UHO MASUK RANKING GLOBAL THE ISR
Senin, 26 January 2026

UHO MASUK RANKING GLOBAL THE ISR

KENDARI, HUMAS UHO – Universitas Halu Oleo (UHO) kembali mencatatkan namanya dalam peta pendidikan tinggi dunia dengan meraih posisi dalam THE Interdisciplinary Science Rankings (ISR) edisi terbaru dari Times Higher Education (THE). UHO menempati peringkat 801+ dari 911 universitas yang dirangking secara global dan peringkat 28 dari 41 perguruan tinggi di Indonesia yang masuk dalam daftar prestisius ini.

Times Higher Education (THE) merilis Interdisciplinary Science Rankings (ISR) 2026, pemeringkatan global pertama yang secara khusus mengukur kontribusi dan komitmen perguruan tinggi dalam riset interdisipliner. Daftar prestisius ini disusun bekerja sama dengan Schmidt Science Fellows, melibatkan 911 universitas dari 94 negara. Pemeringkatan ini menilai tiga aspek utama: input (19%), proses (16%), dan output (65%). Kriteria yang dinilai meliputi pendanaan riset interdisipliner, dukungan industri, fasilitas fisik, kebijakan promosi dan jenjang karier dosen, hingga kualitas dan reputasi publikasi ilmiah lintas disiplin
Pencapaian ini menegaskan komitmen UHO untuk mendorong riset yang melampaui batas-batas disiplin ilmu tradisional, sebuah pendekatan yang kini semakin krusial dalam menjawab tantangan global yang kompleks.

Metodologi Ketat Riset Interdisipliner THE Interdisciplinary Science Rankings adalah tolak ukur yang baru diperkenalkan, dirancang khusus untuk menilai kontribusi dan dedikasi universitas terhadap riset interdisipliner—yaitu penelitian yang secara aktif mensintesis berbagai disiplin ilmu untuk menghasilkan pemahaman dan solusi yang lebih komprehensif.

Pemeringkatan ini didasarkan pada 11 indikator ketat yang terbagi dalam tiga pilar utama:

  1. Input (Investasi): Mengukur investasi yang dialokasikan untuk riset interdisipliner, termasuk pendanaan penelitian dan dukungan dari industri.
  2. Proses (Dukungan Kelembagaan): Menilai dukungan fasilitas fisik, administrasi, dan sistem promosi bagi peneliti.
  3. Output (Hasil dan Dampak): Pilar dengan bobot terbesar (65%), mengukur kualitas riset, publikasi, kegunaan di luar disiplin utama, dan reputasi.

Plt. Rektor UHO, Dr. Herman, S.H., M.H., LLM menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras seluruh sivitas akademika, terkhusus Pusat Pemeringkatan Perguruan Tinggi dan Peningkatan Akreditasi LPPMP UHO yang telah mengawal proses ini.

“Peringkat ini adalah pengakuan atas upaya kolektif kita dalam mentransformasi riset di UHO. Meskipun kita berada di peringkat 801 secara global, menjadi salah satu dari 41 universitas Indonesia yang masuk dalam daftar ini adalah prestasi yang patut dibanggakan. Ini menunjukkan bahwa fokus kita pada riset yang relevan dengan kebutuhan daerah, khususnya di bidang maritim, pesisir, dan pengembangan sumber daya alam, sejalan dengan tuntutan global akan ilmu pengetahuan interdisipliner,” ujar Rektor.

Sekretaris Pusat Pemeringkatan Perguruan Tinggi dan Peningkatan Akreditasi (PPTPA) LPMPP-UHO, Rizal Adi Saputra S.T., M.Kom., menjelaskan bahwa keberhasilan menembus pemeringkatan ini merupakan buah dari perbaikan tata kelola data riset yang dilakukan UHO.

“Masuknya UHO dalam radar THE ISR membuktikan bahwa infrastruktur data penelitian kita sudah memenuhi standar audit internasional. Tantangan terbesar dalam pemeringkatan ini adalah membuktikan bahwa kolaborasi antar-bidang ilmu benar-benar terjadi, bukan sekadar klaim. Ke depan, kami di Pusat Pemeringkatan akan fokus mengawal indikator Output, khususnya mendorong para peneliti untuk tidak hanya mempublikasikan karya, tetapi memastikan karya tersebut disitasi lintas disiplin ilmu untuk mendongkrak skor dampak (impact),” jelas Rizal.

Sekretaris LPMPP, Prof. Dr. Weka Gusmiarty Abdullah, lebih lanjut menyampaikan bahwa ‘LPPMP berkolaborasi dengan LPPM berkomitmen untuk terus memfasilitasi atmosfer akademik yang kondusif bagi riset interdisipliner.

“Kami akan memastikan bahwa siklus penjaminan mutu—mulai dari penetapan standar penelitian hingga evaluasi—mendukung para dosen untuk berkolaborasi lintas fakultas. Sinergi antara kebijakan universitas dan implementasi di tingkat prodi akan kita perkuat agar pada tahun-tahun mendatang posisi UHO bisa terus menanjak,” tegas Prof. Dr. Eng. I Nyoman Sudiana, S.Pd., M.Si (Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat-LPPM).

Sekilas tentang THE ISR THE Interdisciplinary Science Rankings (ISR), yang diproduksi bekerja sama dengan Schmidt Science Fellows, merupakan upaya pertama untuk memetakan bagaimana universitas-universitas di seluruh dunia membina dan mendukung penelitian yang memotong batas-batas akademik.

Penulis; Maulid  sumber; Kendaripos.co.id

Bagikan ke
atau copy link ini
Translate »