UHO BERI REWARD KEPADA LIMA FAKULTAS BERPRESTASI HINGGA LIMA RATUS JUTA RUPIAH
KENDARI, HUMAS UHO – Universitas Halu Oleo (UHO) memberikan reward berupa tambahan anggaran ratusan juta rupiah kepada lima fakultas berprestasi berdasarkan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) tahun 2025. Pengumuman reward disampaikan saat Rapat Kerja (Raker) UHO Tahun 2026 yang digelar di Hotel Claro Kendari.
Evaluasi IKU dilakukan terhadap 15 fakultas yang ada di UHO. Hasilnya, Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) berhasil menempati peringkat pertama dengan capaian IKU sebesar 104,68 persen. Posisi kedua diraih Fakultas Farmasi dengan capaian 104,16 persen, disusul Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) di peringkat ketiga dengan 99,73 persen.
Sementara itu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) berada di peringkat keempat dengan capaian 98,68 persen, dan Fakultas Teknik menutup lima besar dengan capaian 97,62 persen.
Plt Rektor UHO, mengatakan Raker tahunan kali ini menjadi momentum penting bagi civitas akademika memetakan keunggulan dan kelemahan kinerja fakultas di lingkungan Kampus Hijau UHO.
“Dari evaluasi ini kita bisa melihat titik lemah dan keunggulan masing-masing fakultas. Sebenarnya kelemahan itu tidak terlalu sulit, hanya persoalan persepsi dalam menerjemahkan indikator kinerja. Banyak yang sudah dilakukan, tetapi pelaporannya belum sesuai standar,” ujarnya, Rabu (14/1/2025).
Ia menekankan pentingnya ketelitian pimpinan fakultas dalam memahami dan membaca perjanjian kinerja agar implementasi di lapangan tidak keliru.
“Saya mengingatkan agar pimpinan fakultas lebih teliti membaca perjanjian kinerja, sehingga pelaksanaannya tepat dan sesuai target,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi, UHO menyiapkan tambahan anggaran bagi fakultas dengan capaian terbaik. Fakultas peringkat pertama memperoleh bonus anggaran Rp500 juta, peringkat kedua Rp400 juta, peringkat ketiga Rp300 juta, peringkat keempat Rp200 juta, dan peringkat kelima Rp100 juta.
Menurut Plt Rektor, UHO saat ini lebih mengedepankan sistem penghargaan dibandingkan sanksi.
“Kami lebih menekankan reward. Untuk punishment, sementara cukup dengan mengumumkan peringkat saja. Bagi sebagian pimpinan, itu sudah menjadi punishment moral yang mendorong mereka meningkatkan kinerja ke depan,” pungkasnya
Penulis; Maulid Sumber Lajur.Co