DUA DELEGASI MAHASISWA UHO WAKILI INDONESIA DI INTERNASIONAL STUDENT SUMMIT 2026
Rabu, 18 February 2026

DUA DELEGASI MAHASISWA UHO WAKILI INDONESIA DI INTERNASIONAL STUDENT SUMMIT 2026

KENDARI, HUMAS UHO – Mahasiswa Universitas Halu Oleo kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Tim mahasiswa UHO berhasil meraih medali emas sekaligus gelar First Winner dalam ajang 2nd International Student Summit, sebuah kompetisi esai internasional yang mempertemukan peserta dari enam negara. Kegiatan ini diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 14–15 Februari 2026.

Adapun delegasi yang terlibat dalam kompetisi ini yakni Ahmad Rijal Hanif (Manajemen 2022) dan Nur Ilmi Khair (Ilmu Komunikasi 2022), dengan Ahmad Rijal Hanif sebagai narasumber utama dalam sesi wawancara.

 Salah satu delegasi, Ahmad Rijal Hanif, mengaku merasa terhormat dapat menjadi perwakilan kampus dalam kompetisi tersebut. Ia bersama rekannya membawa nama Universitas Halu Oleo untuk bersaing dengan ratusan finalis dari berbagai negara.

Proses seleksi dimulai sejak pendaftaran pada Desember 2025. Setelah melalui tahap penilaian karya, lebih dari 100 finalis dinyatakan lolos. Para finalis kemudian diundang ke Kuala Lumpur untuk mempresentasikan karya dalam dua tahapan, yakni presentasi poster. Peserta yang berhasil masuk delapan besar melanjutkan ke tahap presentasi final menggunakan media PowerPoint.

Rijal menjelaskan, persiapan telah dilakukan sejak awal pendaftaran. Ia dan tim mulai menyatukan ide, menyusun esai, hingga mematangkan konsep inovasi yang diusung. Setelah dinyatakan lolos final, persiapan difokuskan pada penguatan materi presentasi sekaligus pencarian pendanaan keberangkatan.

Kendala pendanaan sempat menjadi tantangan utama. Namun, menjelang batas akhir registrasi, pihak rektorat memberikan dukungan sehingga membuka jalan bagi tim untuk berangkat mengikuti kompetisi internasional tersebut.

Dalam ajang ini, mereka mengusung inovasi bertajuk “INGONI PLAY BOX: A Hybrid Gamified Learning Model for Sexual Violence Prevention among Children with Intellectual Disabilities.” Inovasi tersebut merupakan media pembelajaran berbasis gamifikasi yang dirancang untuk mencegah kekerasan seksual pada anak disabilitas intelektual (tunagrahita).

Menurut Rijal, belum banyak media pembelajaran serupa yang secara khusus menyasar kelompok disabilitas intelektual. Tema inovasi yang diangkat dinilai sejalan dengan fokus kompetisi, yakni inclusive and sustainable future atau masa depan yang inklusif dan berkelanjutan.

Ia menambahkan, inovasi tersebut telah diuji coba secara langsung di SLB Negeri 2 Kendari. Implementasi awal ini diharapkan menjadi langkah untuk melihat efektivitas media dalam memberikan edukasi pencegahan kekerasan seksual.

Ke depan, tim berharap INGONI PLAY BOX dapat dikembangkan lebih luas, tidak hanya bagi anak disabilitas, tetapi juga anak pada umumnya, agar manfaat edukatifnya semakin besar.

Penulis; Maulid (Pranata Humas Ahli Madya, Sumber Sultrakini.com

Bagikan ke
atau copy link ini
Translate »