SURVEY KEPUASAN MAHASIWA-AKADEMIK 2016/2017

Yth Seluruh Mahasiswa Jurusan Ilmu Tanah

Mohon kesediaannya untuk mengisi Angket Kepuasan mahasiswa Tahun Akademik 2016/2017. Partisipasi anda akan sangat membantu Jurusan Ilmu Tanah untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam pelayanan kepada mahasiswa.

Mohon angket dapat diunduh dan diprint kemudian diisi dan dikirimkan ke kantor Jurusan Ilmu Tanah

Unduh ANGKET KEPUASAN MAHASISWA РAkademik1

Terimakasih

 

Ketua Jurusan Ilmu Tanah

Ir. Zulfikar, S.P., M.P., IPM

SOP RPS & Kontrak Kuliah pada Jurusan Ilmu Tanah

Rencana Pembelajaran Semester (RPS) adalah dokumen program pembelajaran yang dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan sesuai Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang ditetapkan, Rancangan dititik beratkan pada bagaimana memandu mahasiswa belajar agar memiliki kemampuan sesuai dengan CP lulusan yang ditetapkan dalam kurikulum, bukan pada kepentingan kegiatan dosen mengajar, Pembelajaran yang dirancang adalah pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student centred learning disingkat SCL). RPS dan Kontrak Kuliah ini mulai diberlakukan pada Semester Ganjil 2017-1.

Tujuan penyusunan dokumen SOP RPS dan Kontrak Kuliah ini adalah:

1. Agar dosen dapat memahami secara jelas persyaratan pembuatan RPS

2. Agar dosen memahami secara jelas tatacara pembuatan RPS di Jurusan/PSIlmu Tanah

3. Sebagai pedoman bagi dosen dalam pembuatan RPS

4. Menjamin bahwa proses pembuatan RPS dapat berjalan dengan baik dan tepat waktu, serta telah melalui pengendalian yang memadai untuk menyatakan kelayakan RPS dipergunakan pada aktivitas perkuliahan

UNDUH DOKUMEN SOP RPS SESUAI SN-DIKTI

REKONSTRUKSI KURIKULUM PROGRAM STUDI ILMU TANAH SESUAI SN-DIKTI

FOTO LOKAKRYA KURKULUM

Lokakarya Kurikulum program Studi Ilmu Tanah di telah lakukan selama 2 hari mulai tanggal 19 s/d 20 Mei 20017 bertempat di Aula Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo. Tema Lokakarya¬†adalah “Melalui Kurikulum sesuai SN-DIKTI kita Wujudkan Program Studi Ilmu Tanah sebagai Program Studi Unggul dalam Menghasilkan Lulusan yang dapat Bersaing di Era Ekonomi ASEAN”.

Jauh sebelum Program Studi Ilmu tanah dibuka kembali telah dilakukan serangkain kegiatan yang cukup panjang untuk menyiapkan kurikulum program studi Ilmu tanah sebagai salah satu syarat kelengkapan untuk pengaktifan kembali PS Ilmu Tanah di Universitas Halu Oleo. Namun disadari bahwa kurikulum tersebut perlu penyempurnaan sebagaimana tekah dilakukan pembahasan pada tingkat dosen PS Ilmu tanah pada tanggal 10 Agustus 2016 dan juga merespon Surat Edaran Direktorat Jenderal Pembelajaran dan kemahasiswaan Kemristekdikti Nomor: 255/B/SE/VIII/2016 tanggal 20 Agustus 2016, yang menghimbau kepada semua perguruan tinggi dan setiap jenis pendidikan tinggi baik akademik, vokasi dan profesi agar segera melakukan rekontruksi kurikulum dan meningkatkan mutu proses pendidikan dan pembelajaran sesuai SN-DIKTI

Perubahan atau penyempurnaan kurikulum di Perguruan Tinggi merupakan aktivitas rutin yang harus dilakukan sebagai tanggapan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (scientific vision), kebutuhan masyarakat (sociatal need) serta kebutuhan pengguna lulusan (stakeholder need). Kurikulum PS merupakan titik sentral yang menentukan kulitas lulusan.

Lokakarya diawali dengan mendengarkan masukan-masukan dari stakeholder dan alumni yang telah bekerja pada beberapa sektor (PNS, pertanian, perusahaan sawasta, perbankan, praktisi, dosen, NGO) dikemas dalam bentuk bringstorming dengan tema ” Apa Kata Alumni=Saya dan Kompetensi Ilmu tanah di Dunia Kerja”.

Sebelum pelaksanaan lokakarya telah dilakukan diskusi-diskusi Bidang kajian pada program Studi Ilmu Tanah Fakultas pertanian Universitas Halu Oleo yang terdiri atas 2 bidang kajian yaitu Bidang kajian pedologi dan Edapologi.

APA ITU “Ilmu Tanah”?

APA SIH ILMU TANAH

Apa sih “Ilmu Tanah”?
Banyak yang masih asing ternyata dengan jurusan yang satu ini, tidak kalah banyak pula yang masih bingung dan sibuk menerka-nerka apa sebenarnya yang ada di dalamnya (Ilmu Tanah). Ada yang mengira Ilmu Tanah itu berkaitan dengan hukum dan politik pertanahan (agraria), ada juga yang mengira kalau ilmu tanah itu gabungan teknik sipil dan teknik geologi, dan sisanya menebak kalau yang namanya ilmu tanah ya pasti tidak jauh-jauh dari pertanian.


Akan tetapi secara sederhana, sebenarnya posisi ilmu tanah berada pada 2 konsentrasi keilmuan, yaitu termasuk dalam bidang ilmu kebumian (satu rumpun dengan Geologi & Geografi) dan bidang ilmu pertanian. Mata kuliah yang didapat juga terbagi pada dua konsentrasi tersebut, sehingga seorang sarjana dari jurusan ilmu tanah cukup lengkap membekali dirinya dengan kedua konsentrasi tersebut. Maka bidang kerja yang dapat dimasuki juga bersifat lintas bidang, antara lain:

Bidang Pertanian, meliputi: fisika-biologi-kimia kesuburan tanah, bioteknologi pupuk, pertanian perkotaan.

Bidang Geografi, meliputi: sistem informasi lahan (SIG), pengembangan wilayah, ilmu tanah regional.

Bidang Lingkungan, meliputi: ekologi, kualitas tanah, analisis tanah-air-tanaman, konservasi tanah-air.

Bidang Pertambangan, meliputi: reklamasi lahan tambang.

Bidang Geologi, meliputi: agrogeologi, mineralogi tanah.

Bidang Agrobisnis, meliputi: manajemen agrobisnis, kewirausahaan.

Bidang Keairan, meliputi: agrohidrologi, pengelolaan air, Daerah Aliran Sungai.

Bidang Agraria, meliputi: ilmu ukur tanah dan kartografi, UU pertanahan.


Penjelasan secara umumnya, ilmu tanah merupakan pengkajian terhadap tanah sebagai sumber daya alam. Dalam ilmu ini dipelajari berbagai aspek tentang tanah, seperti pembentukan, klasifikasi, pemetaan, berbagai karakteristik fisik, kimiawi, biologis, kesuburannya, sekaligus mengenai pemanfaatan dan pengelolaannya. Tanah adalah lapisan yang menyeliputi bumi antara litosfer (batuan yang membentuk kerak bumi) dan atmosfer. Tanah menjadi tempat tumbuh tumbuhan dan mendukung kehidupan hewan dan manusia.

Ilmu tanah dipelajari oleh berbagai bidang ilmu pengetahuan, seperti ilmu-ilmu keteknikan (rekayasa), agronomi/pertanian, kimia, geologi, geografi, ekologi, biologi (termasuk cabang-cabangnya), ilmu sanitasi, arkeologi, dan perencanaan wilayah. Akibat banyaknya pendekatan untuk mengkaji tanah, ilmu tanah bersifat multidisiplin dan memiliki sisi ilmu murni maupun ilmu terapan.

Ilmu tanah dibagi menjadi dua cabang utama: pedologi dan edafologi. Pedologi mempelajari tanah sebagai objek geologi. Edafologi, atau ilmu kesuburan tanah, mempelajari tanah sebagai benda pendukung kehidupan. Keduanya menggunakan alat-alat dan sering kali juga metodologi yang sama dalam mempelajari tanah, sehingga muncul pula disiplin ilmu seperti fisika tanah, kimia tanah, biologi tanah (atau ekologi tanah), serta ilmu konservasi tanah. Karena tanah juga memiliki aspek ketataruangan dan sipil, berkembang pula disiplin seperti mekanika tanah, pemetaan (kartografi), geodesi dan survei tanah, serta pedometrika atau pedostatistika. Penggunaan informatika juga melahirkan beberapa ilmu campuran seperti geomatika.

Nah begitulah kira-kira gambaran sederhana dan yang umum dari ilmu tanah saat ini, untuk seterusnya akan lebih jelas jika kita sudah berkecimpung dalam Ilmu Tanah itu sendiri. Satu kata yang menjadi khas dan pembeda Ilmu tanah dengan jurusan lain yang ada di fakultas pertanian, yakni “Adventure“. Bukan orang ilmu tanah namanya jika mereka tidak suka pergi jalan-jalan, naik gunung-turun gunung, melewati hutan, menerjang sungai, dll

KULIAH UMUM OLEH DEPUTI BIDANG ILMU PENGETAHUAN HAYATI LIPI

FOTO KULIAH UMUM

Kuliah Umum dengan tema Pengarustamaan Keragaman hayati untuk Kesejahteraan Berkelanjutan oleh Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan LIPI Ibu Prof. Dr. Enny Sudarmonowati.

Kuliah Umum di Laksanakan oleh Jurusan/Program Studi Ilmu Tanah di Aula fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari pada hari Sabtu, tanggal 20 Mei 2017.

Kuliah umum tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa Jurusan Ilmu tanah dan juga terdapat peserta dari Jurusan bioteknologi dan Biologi FMIPA Universitas Halu Oleo Kendari

 

1 2 3 4