Kurikulum

Sejak dikeluarkanya Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi Nomor: 163/DIKTI/Kep/2007, tentang penataaan dan kodifikasi program studi pada perguruan tinggi, maka pada Tahun 2007 Program Studi Ilmu Tanah terintegrasi menjadi minat pada Program Studi Agroteknologi FP UHO. Kemudian pada Tahun 2016 diaktifkan kembali berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor: 175/KPT/I/2016, tanggal 11 Mei 2016. Sejak bulan Juni 2016 proses akademik mulai dilaksanakan terutama proses pembelajaran dengan kurikulum pengaktifan kembali. Namun dalam prosesnya beberapa matakuliah dan struktur kurikulum yang ada dinilai belum relevan dengan visi, misi, tujuan dan sumberdaya manusia yang dimiliki, untuk itu perlu dilakukan revisi segera sebagaimana keputusan rapat seluruh dosen Program Studi Ilmu Tanah pada tanggal 16 Agustus 2016. Terlebih dengan keluarnya Surat Edaran Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Nomor: 255/B/SE/VIII/2016 tanggal 20 Agustus 2016 tentang penduan penyusunan kurikulum pendidikan tinggi, dimana pada point 3 menyatakan bahwa menghimbau kepada semua perguruan tinggi dan setiap jenis pendidikan tinggi baik akademi, vokasi dan profesi agar segera melakukan rekonstruksi kurikulum dan meningkatkan mutu proses pendidikan dan pembelajaran sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI). Selain itu Prodi Ilmu Tanah FP UHO memantau perkembangan masukan-masukan dari Asosiasi Program Studi Ilmu Tanah se Indonesia yang dilaksanakan di Universitas Padjajaran-Bandung saat ketua-ketua Program Studi Ilmu Tanah se Indonesia termasuk Prodi Ilmu Tanah FP UHO diminta untuk mempresentasikan kurikulumnya masing-masing yang dilaksanakan pada tanggal 8-9 September 2016. Salah satu rekomendasinya adalah  untuk segera melakukan peninjauan kembali kurikulum program studi Ilmu Tanah se Indonesia agar disesuaikan dengan KKNI dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI) dan sumberdaya yang dimiliki yang akan menjadi ciri khas masing-masing program studi, sebagaimana diberikatakan pada media on line sultra watch pada tautan:

http://sultrawatchi.blogspot.com/2016/09/ini-fokus-jurusan-ilmu-tanah-uho.html

Peninjauan kurikulum di Jurusan/Prodi Ilmu Tanah FP UHO juga dipengaruhi oleh perkembangan globalisasi termasuk Era Economic Asean Community yang mencakup isu strategis yang berlaku di semua negara dan harus diantisipasi pula oleh lembaga pendidikan tinggi, yakni: (a) Daya Saing dan Profesionalisme, (b) Standarisasi Internasional. Dengan memperhatikan tersebut di atas, maka peninjauan kurikulum melalui lokakarya kurikulum Jurusan/Program Studi Ilmu Tanah FP UHO dirumuskan berdasarkan prediksi masa depan dengan memperhatikan profil lulusan untuk 5 tahun mendatang dengan harapan Jurusan/Program Studi Ilmu Tanah FP UHO menjadi Jurusan Ilmu Tanah FP UHO terbaik di Indonesia

Kurikulum Program Studi Ilmu Tanah dirancang dengan masa studi selama empat tahun atau 8 semester, beban SKS sebanyak 144 SKS. Pada setiap tahunnya mulai dari tahun pertama sampai tahun terakhir mata kuliah disusun sedemikian rupa untuk mencapai capaian pembelajaran lulusan.  Sesuai dengan Permendikbud 49/2014 dan Panduan Penyusunan Kurikulum sesuai Standar Nasional DIKTI Tahun 2016, bobot sks yang terjadwal paling banyak 20 SKS persemester.

Kurikulum Program Studi Ilmu Tanah memiliki beban SKS sebanyak 144 SKS terdiri atas beban kuliah teori sebanyak 91 SKS atau 63% dan beban kuliah praktek sebanyak 53 SKS atau 37%. Dari sejumlah 70 Matakuliah, matakuliah wajib universitas sebanyak 16 SKS atau 11%, matakuliah wajib fakultas sebanyak 32 SKS atau 22%, matakuliah inti program studi ilmu tanah sebanyak 81 SKS atau 56%, matakuliah yang disajikan pada program studi lain sebanyak 6 SKS atau 4% dan matakuliah wajib pilihan sebanyak 9 SKS atau 6%.

UNDUH KURIKULUM-2016-JURUSAN ILMU TANAH12

UNDUH KURIKULUM 2018 DOKUMEN KURIKULUM ILMU TANAH 2018

UNDUH MATA KULIAH PRODI ILMU TANAH (WAJIB DAN PILIHAN) TAHUN 2018