Mahasiswa PPA UHO Edukasi Siswa SMAN 10 Kendari Terkait Rasionalitas Penggunaan Obat

Foto Bersama Siswa SMAN 10 Kendari
Foto Bersama Siswa SMAN 10 Kendari
Muhamad Handoyo Sahumena, S.Pd., M.Sc selaku Dosen Pendamping Tim PKM sedang Memberi Sambutan
Muhamad Handoyo Sahumena, S.Pd., M.Sc selaku Dosen Pendamping Tim PKM sedang Memberi Sambutan
Muhamad Handoyo Sahumena, S.Pd., M.Sc selaku Dosen Pendamping Tim PKM sedang Memberi Sambutan
Muhamad Handoyo Sahumena, S.Pd., M.Sc selaku Dosen Pendamping Tim PKM sedang Memberi Sambutan
Foto Bersama antara Pihak Sekolah dan Tim PKM
Foto Bersama antara Pihak Sekolah dan Tim PKM

KENDARI, BKK – Guna memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) sekaligus menjalankan kegiatan Progran Studi (Prodi), lima mahasiswa Pendidikan Profesi Apoteker (PPA) angkatan ke II Universitas Halu Oleo (UHO), mengadakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa sosialisasi kepada siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 10 Kendari terkait penggunaan obat yang baik, bertemakan “Rasionalitas Penggunaan Obat, bertempat di SMAN 10 Kendari, Selasa (26/11).

Mahasiswa yang mengadakan sosialisai yaitu Isradin, S.Farm., Aswan Sudiman, S.Farm., Putri Candra Sari, S.Farm., Nur Fitri Gomul, S.Farm., Rani Suprianti, S.Farm.

Salah satu pembimbing, Wa Ode Sitti Zubaidah menuturkan, saat ini, masyarakat cenderung tidak tepat dalam menggunakan obat dan kerab menjadi dokter bagi dirinya sendiri atau biasa disebut dengan istilah swamedikasi.

Beber dia, banyaknya masyarakat Indonesia menurut beberapa penelitian mengungkapkan, bahwa banyak masyarakat yang melakukan swamedikasi, misalnya penggunaan antibiotik.

Masyarakat membelinya sendiri di apotek, kemudian meminumnya tanpa resep dokter ataupun bertanya ke apoteker, akhirnya penggunaannya tidak tepat. Sehingga perlunya informasi atau kegiatan-kegiatan yang bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menghindari kesalahan dalam pemilihan atau penggunaan obat yang tepat sesuai indikasi, tuturnya.

Dampak penggunaan obat yang tidak rasional sangat beragam dan bervariasi tergantung dari ketidak rasionalan penggunaannya. Dampak negatif dapat saja terjadi dan dialami oleh pasien yaitu berupa efek samping, biaya yang mahal maupun mencakup hal luas seperti resistensi kuman terhadap antibiotik tertentu dan mutu pelayanan pengobatan secara umum.

Dampak lainnya bisa berupa dampak pada mutu pengobatan dan pelayanan seperti meningkatnya mordibitas dan mortalitas penyakit. Dampak lainnya berupa biaya pengobatan, kemungkinan terjadi efek samping dan efek lain yang tidak diharapkan, juga dampak terhadap mutu kesediaan obat. Dan masih banyak hal lain yang mungkin bisa terjadi akibat ketidak rasionalan penggunaan obat, pungkasnya.

Ia berharap, siswa SMAN 10 Kendari ini, dapat memahami, mengembangkan materi yang dipaparkan, sehingga bisa menerapkan, menyampaikan kepada masyarakat luas (baik keluarga dan karib kerabat terdekat), agar mengurangi jumlah populasi penyakit akibat penggunaan obat yang tidak rasional.

Ketua PKM, Isradin SFarm mengatakan, kegiatan ini selain mengedukasi adik-adik siswa SMAN 10 Kendari, terkait penggunaan obat yang baik dan benar, kata dia, sebagai upaya bersama dalam rangka mewujudkan kepedulian, kesadaran, pemahaman dan keterampilan dalam menggunakan obat yang tepat dan benar.

Ia menjelaskan, saat ini memang penggunaan obat secara benar, rasional sangat kurang, sehingga harus dan perlunya pemberdayaan masyarakat,utamanya para generasi muda dalam penggunaan obat yang benar dan rasional .

Pemahaman masyarakat akan penggunaan obat yang rasional masih rendah. Baru sekitar 20 persen yang paham bagaimana menggunakan obat yang benar atau rasional, ujarnya.

Lanjutnya, kurangnya pemahaman ini, beber dia, diakibatkan tenaga kesehatan yang masih kurang dalam mensosialisasikannya. Sehingga, masih banyak masyarakat yang menggunakan antibiotik tanpa resep dokter, mengonsumsi obat tidak tepat waktu dan lain-lain.

Ia menuturkan, presepsi yang salah bisa memicu terjadinya resistensi, tak jarang karena penggunaan obat secara berlebihan (over dosis), lanjut Isradin, menimbulkan efek samping , yang bisa memicu masalah atau timbulnya masalah kesehatan baru.

Sehingga perlunya dorongan yang dilakukan pihak-pihak yang memiliki wewenang dalam rangka upaya kesehatan berbasis masyarakat khususnya di kalangan generasi muda dalam peningkatan penggunaan obat yang rasional, ucapnya.

Diketahui, Yang terlibat dalam sosialisasi ini, Dekan Fakultas Farmasi UHO, Dr. Ruslin, M.Si, Ketua Prodi PPA Sabarudin, S.Farm., M.Si., Apt, dan dibimbing oleh Wa Ode Sitti Zubaidah, S.Si., M.Sc., Muh Handoyo Sahumena S.Pd., M.Sc., Nur Illiyyin Akib S.Si., M.Si., Apt., dan Suryani S.Farm., M.Sc., Apt.

Sumber: http://beritakotakendari.com/2019/11/mahasiswa-ppa-uho-edukasi-siswa-sman-10-kendari-terkait-rasionalitas-penggunaan-obat/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *