RENCANA STRATEGIS

BAB I

PENDAHULUAN

Rencana Strategis ini merupakan rencana pengembangan Jurusan Agribisnis untuk periode 2014-2019. Rencana Strategis ini dibangun berdasarkan visi jurusan/program studi yang merupakan kristalisasi cita-cita dan komitmen bersama tentang kondisi ideal masa depan yang ingin dicapai dengan mempertimbangkan potensi yang dimiliki, permasalahan yang dihadapi dan berbagai kecenderungan (perubahan lingkungan) yang sedang dan akan berlangsung. Berdasarkan visi tersebut, selanjutnya dirumuskan berbagai tujuan dan sasaran yang akan dicapai lima tahun kedepan. Berdasarkan tujuan dan sasaran tersebut, selanjutnya dirumuskan skenario untuk mencapainnya. Skenario yang dimaksud meliputi strategi dan program pengembangan yang perlu ditempuh, beserta indikator-indikator keberhasilannya.

Titik berat Perencanaan Strategi pengembangan jurusan ini adalah aspek-aspek strategis dalam penyelenggaraan dan pengembangan jurusan. Aspek-aspek strategis yang dimaksud meliputi

  1. kinerja penyelenggaraan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,
  2. kinerja manajemen jurusan yang meliputi bidang manajemen sumberdaya  insani, keuangan, sumberdaya fisik, pengembangan jurusan, administrasi akademik, pengembangan perpustakaan, dan teknologi informasi,
  3. budaya organisasi dan iklim akademik, dan
  4. jaringan kerjasama (networking). Yang perlu mendapatkan penekanan adalah bahwa a
  5. kinerja penyelenggaraan pendidikan,
  6. spek-aspek tersebut bukanlah sesuatu yang saling terpisah tetapi merupakan suaatu kesatuan yang saling terkait.

Penyusunan Rencana Strategis ini dimaksudkan sebagai pedoman untuk penyelenggaraan dan pengembangan jurusan 5 (lima) tahun ke depan. Rencana Strategis ini bukanlah merupakan pedoman yang statis, melainkan dinamis. Artinya, rencana tersebut dapat ditinjau ulang secara periodik, setiap setahun sekali. Peninjauan rencana juga dapat dilakukan sesuai dengan perubahan-perubahan penting yang diperkirakan berpengaruh secara signifikan terhadap penyelenggaraan dan pengembangan jurusan.

Namun demikian, rencana strategis ini tidak berarti sekedar sebuah dokumen, apalagi sekedar untuk memenuhi kepentingan sangat praktis, semacam kelengkapan administratif untuk akreditasi. Rencana Strategis in disusun berdasarkan kesadaran, kehendak, kebutuhan bersama untuk dijadikan sebuah pedoman bagi penyelenggaraan dan pengembangan jurusan, agar setiap kerputusan yang diambil dan setiap langkah yang ditempuh oleh setiap elemen pada setiap level merupakan bagian dari upaya untuk menuju tujuan bersama yang sudah ditetapkan. Sebagai pedoman penyelenggaraan dan pengembangan jurusan, Rencana Strategis ini harus menjadi komitmen bersama seluruh elemen penyelenggara jurusan.

Sebagai pedoman penyelenggaraan dan pengembangan jurusan, Rencana Strategis ini perlu dijabarkan dalam berbagai dokumen perencanaan yang lebih operasional. Dokumen perencanaan opersasional yang dimaksud adalah Rencana Strategis ditingkat unit, Rencana Tindakan (Action Plan) per bidang, dan berbagai peraturan penyelenggaraan jurusan.

 

BAB II

VISI, MISI, TUJUAN DAN KOMPETENSI UNGGULAN

JURUSAN AGRIBISNIS

Jurusan/program studi pada hakekatnya merupakan lembaga yang berfungsi untuk melestarikan, mengembangkan, menyebarluaskan, dan menggali ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Selain itu jurusan/program studi berfungsi mengembangkan kualitas sumberdaya manusia dan menghasilkan jasa-jasa. Dalam era globalisasi, informasi, dan interpedensi sebagaimana yang telah, sedang, dan akan berlangsung, peran jurusan/program studi menjadi semakin penting. Dalam era tersebut keunggulan suatu bangsa tidak lagi ditentukan oleh kekayaan sumberdaya alam yang dimilikinya, tetapi lebih ditentukan oleh kualitas sumberdaya manusia, penguasaan informasi, serta penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Berkaitan dengan persoalan di atas, eksistensi Jurusan Agribisnis kedepan ditentukan oleh kemampuannya untuk memenuhi tuntutan kebutuhan-kebutuhan tersebut. Untuk memenuhi tuntutan-tuntutan tersebut, Jurusan Agribisnis perlu secara terus-menerus mempertinggi daya saing dan daya juang guna mencapai keunggulan kompetitif berkelanjutan. Jurusan Agribisnis merumuskan visi, misi dan tujuan penyelenggaraan dan pengembangan sebagai berikut.

  1. Visi

Tahun 2019 menjadi program studi yang unggul dalam menghasilkan lulusan yang profesional dan berdaya saing global dalam pengembangan Agribisnis yang berbasis sumberdaya perdesaan, pesisir dan pulau-pulau kecil

  1. Misi
  1. Menyelenggarakan kegiatan pembelajaran yang berkualitas dan mengedepankan pelayanan prima dan berbasis IT.
  2. Menyelenggarakan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang produktif dalam menghasilkan publikasi dan HaKi.
  3. Memberikan ruang kepada tenaga kependidikan untuk meningkakan kompetensinya melalui pendidikan dan pelatihan, kursus, dan seminar.
  4. Mengembangkan kerjasama dengan pihak lain baik dalam maupun luar negeri dalam bidang penelitian dan pengembangan Sumberdaya Manusia.
  5. Menyelenggarakan pendidikan berbasis kewirausahaan dalam bidang agribisnis.
  6. Menerapkan hasil-hasil penelitian agribisnis dan produk unggulan lainnya bagi kesejahteraan institusi, masyarakat dan kemajuan IPTEKS di bidang pertanian.
  7. Memelihara atmosfir Prodi yang bersih, indah, sejuk aman, jujur, adil, gotong royong, adaptif, disiplin, kreatif, inovatif, toleran dan amanah untuk mendukung penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi.

  1. Tujuan

                                                 Tujuan Program Studi adalah :

  1. Meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran yang mengedepankan pelayanan prima dan berbasis IT.
  2. Menghasilkan penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang layak dipublikasikan pada jurnal yang bereputasi dan berpotensi memperoleh HaKi.
  3. Meningkatkan kualitas tenaga kependidikan melalui pendidikan dan pelatihan, kursus, dan seminar.
  4. Meningkatkan jumlah kerjasama dengan pihak lain baik dalam maupun luar negeri dalam bidang penelitian dan pengembangan Sumberdaya Manusia.
  5. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan yang berbasis kewirausahaan dalam bidang agribisnis.
  6. Meningkatkan hasil-hasil penelitian agribisnis dan produk unggulan lainnya bagi kesejahteraan institusi, masyarakat dan kemajuan IPTEKS di bidang pertanian.
  7. Menciptakan atmosfir akademik yang berlandaskan pada nilai-nilai JAGAD KITA (Jujur, Adil, Gotong royong, Adaptif, Disiplin, Kreatif, Inovatif, Toleran dan Amanah).

PROFIL LULUSAN DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN

Profil lulusan Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian adalah:

  1. Pendidik pada bidang agribisnis dan bidang pertanian lainnya;
  2. Peneliti pada bidang agribisnis dan bidang pertanian lainnya;
  3. Perumus kebijakan pada bidang agribisnis dan bidang pertanian lainnya;
  4. Manajer pada bidang agribisnis dan bidang pertanian lainnya;
  5. Wirausahawan pada bidang agribisnis dan bidang pertanian lainnya;
  6. Fasilitator pada bidang agribisnis dan bidang pertanian lainnya;
  7. Konsultan pada bidang agribisnis dan bidang pertanian lainnya;
  8. Pelaku pada bidang agribisnis dan bidang pertanian lainnya;

 

Capaian pembelajaran (learning outcomes) Program Studi Agribisnis, adalah :

  1. Penguasaan Bidang Ilmu Pengetahuan (Sciences):
  2. Menguasai landasan teori ekonomi, bisnis terapan/kewirausahaan dan sistem agribisnis yang dibutuhkan untuk menjadi wirausahawan, manajer, akademisi, peneliti, dan analis bidang agribisnis;
  3. Mengetahui dan memahami pengetahuan dasar dan teknologi dalam bidang on farm agribisnis;
  4. Menguasai metode analisis data baik kuantitatif maupun kualitatif untuk menganalisis permasalahan dalam bidang agribisnis;
  5. Menguasai metode analisis input, proses, dan output (metode SCoPE);
  6. Menguasai teori dan metode penyuluhan, pengembangan dan pemberdayaan masyarakat;
  7. Penguasaan Bidang Keterampilan Kerja (Skills):
  8. Mampu meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumberdaya manusia (SDM) pertanian;
  9. Mampu mengidentifikasi permasalahan dan poiensi, merencanakan, mengelola, dan mengevaluasi agribisnis;
  10. Mampu menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif serta merekomendasikan alternatif solusi;
  11. Mampu mengidentifikasi masalah, merencanakan, merumuskan strategi, melaksanakan, dan mengevaluasi program penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat;
  12. Mampu mendesain, mengelola dan memanfaatkan media serta teknik penyuluhan;
  13. Penguasaan Bidang Manajerial (Know-how):
  14. Kemampuan leadership di bidang agribisnis;
  15. Kemampuan mengkomunikasikan gagasan dan ide untuk pemecahan masalah pertanian termasuk manajen konflik pengelolaan pembangunan pertanian dan perdesaan;
    1. Mampu motivator dalam bidang pengembangan agribisnis dan pengembangan masyarakat;
  16. Memiliki softskills dalam mengaplikasikan IPTEKS bidang agribisnis;
  17. Memiliki kepekaan dan empati terhadap masalah sosial ekonomi masyarakat;
  18. Mampu menguasai sistem informasi manajemen (SIM) berbasis manajemen bisnis dan penyuluhan pertanian.

BAB III

ISU-ISU STRATEGIS, KONDISI JURUSAN AGRIBISNIS,

DAN ARAH PENGEMBANGAN

 

1. Isu-Isu Strategis

Sekarang ini, penyelenggaraan pendidikan tingkat nasional sedang dan akan menghadapi sejumlah permasalahan. Di antara permasalahan-permasalahan tersebut adalah gejala semakin menguatnya arus globalisasi, pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan perubahan arah kebijakan pendidikan, khususnya pendidikan tinggi.

Dalam kaitannya dengan globalisasi, Indonesia merupakan salah satu negara yang ikut menyetujui dan terlibat aktif dalam berbagai kesepakatan perdagangan global, seperti MEA, WTO, GATT, APEC dan sebagainya. Dalam era globalisasi dan informasi, hampir semua faktor produksi,seperti uang, teknologi, jasa, pabrik dan peralatan dapat bergerak melintasi tapal batas negara tanpa kesulitan berarti. Dunia terasa menjadi semakin sempit, jarak terasa semakin dekat, waktu terasa berjalan semakin cepat, dan mobilitas orang dan barang semakin tinggi. Kondisi tersebut akan mempunyai implikasi langsung terhadap penyelenggaraan pendidikan tinggi nasional. Implikasi-implikasi yang dimaksud adalah:

Pertama, tenaga kerja terdidik dari luar negeri yang masuk ke Indonesia akan semakin besar, sehingga persaingan dunia kerja bagi lulusan perguruan tinggi semakin ketat. Kedua, perguruan tinggi luar negeri akan semakin mudah menyelenggarakan pendidikan di Indonesia, sehingga calon mahasiswa mempunyai peluang yang tinggi untuk memilih perguruan tinggi yang berkualitas. Hal demikian berarti bahwa persaingan antar perguruan tinggi untuk menarik mahasiswa akan semakin ketat. Persaingan tersebut tidak hanya menyangkut output, melainkan juga biaya penyelenggaraan perguruan tinggi dan kinerja penyelenggaraan pendidikan tinggi, baik yang terkait dengan sumberdaya manusia, fasilitas maupun manajemen.

Isu lain yang perlu mendapatkan perhatian dalam penyusuanan Rencana Strategis adalah strategi yang ditempuh oleh fakultas lain untuk membuka jurusan baru yang bisa melemahkan minat masyarakat terhadap Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian.

Berkaitan dengan upaya jurusan untuk dapat mandiri, baik dalam pengalian maupun pengelolaan dana, sehingga Jurusan tidak lagi banyak tergantung pada kemampuan pembiayaan Fakultas, terutama pada pembiayaan operasional penyelenggaraan pendidikan tinggi dan pemeliharaan berbagai fasilitas pembelajaran.

 

2. Kondisi Jurusan Agribisnis

Hal lain yang perlu mendapatkan perhatian di dalam perumusan Rencana Strategis adalah kondisi internal institusi sendiri, baik dalam kaitannya dengan kekuatan dan kelemahan maupun langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kekuatan dan mengurangi kelemahan. Oleh karena itu, Jurusan perlu mengidentifikasi secara lebih cermat dan jujur kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan tersebut serta dapat merumuskan strategi yang tepat untuk mengoptimalisasikan kekuatan dan meminimalisasikan kelemahan tersebut.

Kondisi Jurusan Agribisnis saat ini kita kelompokkan dalam 2 (dua)  yaitu :

  1. Kondisi Internal

Kekuatan

  1. Menggunakan kurikulum berbasis kompetensi
  2. Memiliki komunitas besar, baik dilihat dari jumlah mahasiswa maupun jumlah alumninya
  3. Jumlah dan kualitas dosen yang memadai yaitu S2 dan S3 dan dengan guru besar terbanyak di Universitas Halu Oleo sehingga berpotensi besar untuk pengembangan diri.
  4. Adanya komitmen dari institusi untuk memajukan Universitas
  5. Jumlah mahasiswa yang terdaftar cukup besar yaitu 456 orang yang didukung oleh kelembagaan dan fasilitas pembinaan serta kemauan yang kuat untuk memperbaiki organisasi kemahasiswaan.
  6. Tersedianya dana pengembangan jurusan/program studi sehingga dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi jurusan yang cenderung meningkat setiap tahunnya.
  7. Adanya Jurnal Ilmiah di jurusan.
  8. Adanya bantuan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi dan mahasiswa yang memiliki kemampuan ekonomi lemah
  9. ketersediaan sarana dan prasarana yang mengalami peningkatan.
  10. Ketersediaan dana untuk pengembangan sumberdaya melalui kegiatan penelitian dari beragam sumber cukup melimpah.

Kelemahan

  1. Kualitas mahasiswa baru, terutama yang diterima melalui SPMB masih rendah dengan minat belajar rendah
  2. Lingkungan di sekitar kampus kurang mendukung untuk optimalisasi nuansa akademik
  3. Infrastruktur pembelajaran; laboratorium dan perpustakaan belum memadai serta sistem inventarisasinya belum baik.
  4. Koordinasi antar unit kerja belum terbangun dengan baik.
  5. Kepedulian dan disiplin mahasiswa, karyawan dan dosen dalam pelaksanaan tridharma relatif masih rendah
  6. Tingkat kesejahteraan dosen dan karyawan belum memadai serta rendahnya insentif untuk pejabat non-struktural.
  7. Alumni belum membangun organisasi yang handal dan kompetitif.

  1. Kondisi Eksternal

Peluang

  1. Kebijakan pemerintah yang menjadikan sector pertanian (Agribisnis) sebagai prioritas pembangunan ekonomi;
  2. Terjalinnya kerjasama antara Universitas Halu Oleo dengan berbagai lembaga, baik pemerintah, swasta maupun perguruan tinggi lainnya;
  3. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang relatif pesat.
  4. Adanya penerimaan tenaga penyuluh pertanian dalam jumlah yang besar setiap tahunnya.

Ancaman

  1. Adanya keinginan dari jurusan lain atau fakultas perikanan untuk membuka jurusan sosial ekonomi perikanan.
  2. Dayatarik seluruh program studi pada Fakultas Pertanian yang cenderung menurun
  3. Tingkat persaingan antar jurusan makin meningkat.
  4. Persaingan dengan alumni universitas lain di Indonesia serta alumni luar negeri di masa mendatang dan orientasi alumni menjadi PNS, yang formasinya semakin terbatas (zero growth).
  5. Kurangnya penguasaan informasi dan teknologi terutama yang berkaitan dengan kegiatan tridharma dalam suasana globalisasi.

 

 

  1. Arah Pengembangan

 

Barkaitan dengan permasalahan-permasalahan tersebut maka eksistensi dan keberlanjutan JURUSAN AGRIBISNIS terantung pada kemapuan-kemampuan sebagai berikut. Pertama, kemampuan untuk menigkatkan kompetensi mahasiswa secara terus menerus sehingga memiliki daya saing yang tinggi, baik dipasar dalam negeri maupun luar negeri. Kedua, kemampuan untuk mengembangkan berbagai ragam perusahaan-perusahaan akademis (academic enterprises) secara berkelanjutan. Dalam hal ini, JURUSAN AGRIBISNIS sebagai pengelola ilmu harus mampu menghasilkan berbagai output keilmuan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Berkaitan degan hal tersebut maka paradigma pengelolaan jurusan perlu bergeser dari pengelolaan yang berorientasi pada persediaan (supply driven). Ketiga, kemampuan membangun manajemen jurusan yang efisien, efektif, akuntabel, dan transparan. Keempat, kemampuan meningkatkan eksistensi civitas akademika secara berkelanjutan. Kelima, kemampuan meningkatkan modal sumberdaya insani secara berkelanjutan. Dan keenam, kemampuan JURUSAN AGRIBISNIS untuk membangun jaringan dengan berbagai intitusi baik untuk kepentingan-kepentingan pendidikan, penelitian, pengabdian pada masyarakat maupun untuk kepentingan penggalian dana (fund-raising).

Upaya-upaya tersebut perlu dilakukan secara simultan, karena kemampuan-kemampuan tersebut pada dasarnya saling terkait dan merupakan kesatuan yang utuh.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

TUJUAN, SASARAN, STRATEGI, DAN

PRIORITAS PROGRAM

 

  1. KUALITAS AKADEMIK LULUSAN

 

  1. Dasar Pemikiran

Salah satu tolok ukur kualitas jurusan adalah daya saing lulusannya dalam pasar kerja. Untuk dapat menghasilkan lulusan yang mampu memenangkan persaingan pasar kerja, sekurang-kurangnya di tingkat lokal, JURUSAN AGRIBISNIS harus mampu menghasilkan lulusan dengan standar kualifikasi nasional regional.

  1. Tujuan
  2. Meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran yang mengedepankan pelayanan prima dan berbasis IT.
  3. Menghasilkan penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang layak dipublikasikan pada jurnal yang bereputasi dan berpotensi memperoleh HaKi.
  4. Meningkatkan kualitas tenaga kependidikan melalui pendidikan dan pelatihan, kursus, dan seminar.
  5. Meningkatkan jumlah kerjasama dengan pihak lain baik dalam maupun luar negeri dalam bidang penelitian dan pengembangan Sumberdaya Manusia.
  6. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan yang berbasis kewirausahaan dalam bidang agribisnis.
  7. Meningkatkan hasil-hasil penelitian agribisnis dan produk unggulan lainnya bagi kesejahteraan institusi, masyarakat dan kemajuan IPTEKS di bidang pertanian.
  8. Menciptakan atmosfir akademik yang berlandaskan pada nilai-nilai JAGAD KITA (Jujur, Adil, Gotong royong, Adaptif, Disiplin, Kreatif, Inovatif, Toleran dan Amanah)

  1. Sasaran

 

  1. Terwujudnya proses pembelajaran yang berkualitas
  2. Terwujudnya proses pembelajaran yang berbasis
  3. Meningkatknya jumlah Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat
  4. Meningkatnya jumlah publikasi hasil penelitian Dosen
  5. Meningkatknya jumlah perolehan HaKI
  6. Meningkatnya kualitas tenaga kependidikan
  7. Mendukung terwujudnya pelayanan prima pada tingkat program studi
  8. Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pendidikan berbasis kewirausahaan
  9. Menambahkan materi kewirausahaan pada mata kuliah keahlian
  10. Meningkatnya hasil penelitian agribisnis
  11. Bervariasinya produk unggulan program studi
  12. Berkualitasnya produk unggulan program studi
  13. Terwujudnya program studi sebagai pusat informasi IPTEKS pertanian
  14. Terwujudnya atmosfir akademik yang Jujur, Adil, Gotong royong, Adaptif, Disiplin
  15. Terwujudnya atmosfir akademik yang Kreatif, Inovatif, Toleran dan Amanah

 

  1. Strategi

 

  1. Melengkapi sarana dan prasarana pendukung penyelenggaraan proses pembelajaran.
  2. Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan.
  3. Menambah kapasitas jaringan IT.
  4. Meningkatkan kemampuan pendidik dan tenaga kependidikan pada bidang IT
  5. Merekrut tenaga kependidikan yang memiliki keahlian dibidang IT
  6. Pelatihan proposal penelitian dan pengabdian pada masyarakat bagi dosen
  7. Penambahan jumlah proposal penelitian dan pengabdian pada masyarakat bagi dosen
  8. Pelatihan penulisan jurnal dan artikel ilmiah
  9. Penambahan koleksi jurnal ilmiah

  1. Prioritas Program dan Indikator Kinerja

  • Prioritas Program Strategi Rekruitmen Dosen

Standarisasi sistem rekruitmen dosen, yang meliputi: penyusunan formasi kebutuhan, mekanisme rekruitmen, penetapan standar kualifikasi input (standar kualitas minimal), standarisasi intrumen rekruitmen (sesuai dengan formasi kebutuhan), dan standarisasi kualifikasi tim seleksi.

Indikator Kinerja Program Rekritmen Dosen

Adanya standar sistem rekruitmen dosen yang akuntabel dalam bentuk manual (panduan) pada awal tahun 2015.

  • Prioritas Program Peningkatan Kompetensi Akademik Dosen
  • Meningkatkan jumlah dosen untuk studi lanjut (S3), mengikuti kursus-kursus profesional dan kursus bahasa inggris, serta mengikuti pelatihan-pelatihan secara berjenjang dan berkelanjutan.
  • Menjalin networking untuk menciptakan peluang-peluang komunikasi akademik melalui bentuk-bentuk short-course, seminar internasional, dan fellowship.
  • Memantapkan spesialisasi bidang keahlian dosen.

Indikator Kinerja Program Peningkatan Kompetensi Akademik Dosen

  • Jumlah dosen tetap yang lulus S3 mulai pada tahun 2015 sebanyak 2 orang pertahun
  • Jumlah dosen tetap yang mengikuti pendidikan program S3 per tahun sejumlah 4 orang.
  • Jumlah dosen yang mengikuti short-course, seminar internasional, dan fellowship
  • Meningkatkan jumlah karya ilmiah dosen (buku ajar, artikel publikasi di jurnal terakreditasi) sesuai dengan bidang keahlian dosen.

  • Prioritas Program Strategi Peningkatan Kompetensi Dosen dalam Metode Pembelajaran
  • Meningkatkan jumlah dosen untuk mengikuti berbagai kursus pembelajaran secara berjenjang dan berkelanjutan untuk menunjang proses pembelajaran kreatif, inovatif, dan menarik.
  • Meningkatkan sarana-prasarana pembelajaran yang menunjang proses pembelajaran kreatif, inovatif, dan menarik.
  • Mendorong dosen untuk menyusun bahan ajar.

Indikator Kinerja Program Peningkatan Kompetensi Dosen dalam Metode Pembelajaran

  • Jumlah dosen tetap yang sudah mengikuti kursus metode pembelajaran tingkat dasar sebanyak 3 orang pertahun
  • Semua ruang kuliah pada tahun 2016 telah dilengkapi dengan LCD.
  • Tersedia ruang kuliah yang layak
  • Tersedianya Satuan Materi Sajian dan Bahan Ajar setiap mata kuliah untuk setiap tatap muka yang disusun oleh pengampu masing-masing.

  • Prioritas Program Pembaharuan Kurikulum
  • Melakukan need assassement dunia kerja (baik sektor formal maupun “informal”).
  • Meng-update kurikulum secara periodik.

Indikator Kinerja Program Pembaharuan Kurikulum

  • Tersedianya data tentang daya serap pasar kerja untuk jurusan.
  • Tersedianya data hasil tracing study.
  • Terdokumentasikannya perkembangan kurikulum dari waktu ke waktu.

  • Prioritas Program Peningkatan Kualitas Lulusan
  • Mengikutsertakan mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan tutorial, asistensi, penelitian, jurnalistik, seminar dan berbagai lomba karya ilmiah.
  • Menyusun desain pembelajaran yang mendorong mahasiswa menulis dan menyajikan gagasan secara sistematik.
  • Melembagakan kegiatan lomba karya ilmiah, karya inovatif, dan karya kreatif secara terprogram dan terintegrasi dengan perkuliahan.
  • Membangun kelompok usaha/organisasi yang menangani penempatan kerja dan peningkatan ketrampilan kewirausahaan.
  • Menyelenggarakan program magang bagi mahasiswa.

Indikator Kinerja Program Peningkatan Kualitas Lulusan

  • Jumlah mahasiswa yang terlibat di dalam kegiatan-kegiatan tutorial, asistensi, penelitian, jurnalistik, seminar, dan lomba karya ilmiah meningkat.
  • Jumlah mahasiswa yang menulis dan menyajikan gagasan/karya secara sistematik meningkat.
  • Terlembagakannya kegiatan lomba karya ilmiah, karya inovatif, dan karya kreatif secara terprogram.
  • Terbentuk dan berfungsinya kelompok usaha/organisasi yang menangani penempatan kerja dan peningkatan ketrampilan kewirausahaan.
  • Terselenggarakannya program magang bagi mahasiswa.

  1. KUALITAS MORAL LULUSAN

 

  1. Dasar Pemikiran

JURUSAN AGRIBISNIS perlu menghasilkan lulusan yang memiliki integritas kepribadian dan moralitas religius baik dalam konteks kehidupan individual maupun sosial, sehingga proses pembelajaran yang dilakukan perlu menekankan bentuk-bentuk pembelajaran yang berorientasi pada Learning to know, Learning to do, Learning to be, dan Learning to live together.

 

  1. Tujuan

Menghasilkan lulusan yang memiliki integritas kepribadian dan moralitas baik dalam konteks kehidupan individual maupun sosial.

  1. Sasaran
    1. Dihasilkan lulusan yang bersifat jujur, adil, peduli, bermotivasi progresif, serta tangguh (resilient).
    2. Dihasilkan lulusan yang mampu mengamalkan ilmu dan keahliannya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

  1. Strategi
  1. Mentransformasikan nilai-nilai keagamaan (kejujuran, keadilan, kepedulian, ketangguhan, dan bermotivasi progesif) dalam proses pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler dalam kehidupan kampus.
  2. Melibatkan dosen dan mahasiswa dalam upaya-upaya memahami dan membantu pemecahan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.

  1. Prioritas Program dan Indikator Kinerja

 

  • Prioritas Program Transformasi Nilai-nilai Keagamaan
  • Menyusun, mensosialisasikan, dan mengimplementasikan kode etik yang mendukung pembentukan sikap jujur, adil, peduli, tangguh, dan bermotivasi progresif.
  • Memotivasi dan mengontrol implementasi kode etik.

Indikator Kinerja Program Transformasi Nilai-nilai Keagamaan

  • Tersusun, tersosialisasikan, dan terimplementasikan kode etik yang mendukung pembentukan sikap jujur, adil, peduli, tangguh, dan bermotivasi progresif.
  • Terselenggarakannya kegiatan motivasi dan penegakan kode etik.
  • Tumbuhnya motivasi untuk melaksanakan kode etik.
  • Prioritas Program Pelibatan Dosen dan Mahasiswa dalam persoalan Kemasyarakatan
  • Mengkaji persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat dan menetapkan skala prioritas persoalan.
  • Membuat komunitas binaan atau kelompok sasaran binaan sebagai laboratorium pembelajaran mahasiswa.
  • Menyusun program-program binaan, baik berupa penyuluhan, pelatihan, pendampingan, advokasi.

Indikator Kinerja Program Pelibatan Dosen dan Mahasiswa dalam persoalan Kemasyarakatan

  • Terlaksananya kegiatan kajian oleh dosen dan mahasiswa untuk mengidentifikasi persoalan-persoalan mendesak yang dihadapi oleh masyarakat.
  • Tersusunnya skala prioritas persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.
  • Terbentuknya komunitas binaan oleh dosen dan mahasiswa yang dapat menjadi wahana untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat.
  • Tersusun dan terimplementasikannya program-program binaan, baik berupa penyuluhan, pelatihan, pendampingan, advokasi oleh dosen dan mahasiswa.

  1. PENELITIAN

  1. Dasar Pemikiran

Salah satu indikator keunggulan jurusan adalah produk ilmiah hasil penelitian yang dilakukan oleh jurusan tersebut dan salah satu bentuk otoritas produk ilmiah tersebut adalah bila produk ilmuah itu menjadi rujukan oleh kalangan akademis di tingkat nasional dan internasional.

 

  1. Tujuan

Menghasilkan penelitian yang menjadi rujukan ilmiah pada tingkat nasional dan internasional.

  1. Sasaran
  • Dirumuskannya tema-tema penelitian yang aktual dan strategis, yang menjadi pedoman kegiatan penelitian bagi dosen dan mahasiswa.
  • Dihasilkannya penelitian yang berkualitas tinggi, yang menjadi rujukan pada taraf nasional dan internasional.
  • Diperolehnya HaKI dan hak paten serta terpasarkannya hasil-hasil penelitian.
  • Terpublikasikannya hasil-hasil penelitian dalam berbagai media, baik cetak, elektronik maupun virtual.

  1. Strategi
  • Meningkatkan kapasitas dan kebudayaan komunitas peneliti.
  • Menetapkan tema-tema penelitian yang aktual dan strategis melalui koordinasi dan konsolidasi unit-unit akademik dengan lembaga-lembaga eksternal.
  • Meraih berbagai skema penelitian unggulan yang ditawarkan oleh berbagai penyandang dana.
  • Meprioritaskan penelitian jurusan yang berpotensi menjadi penelitian unggulan yang ditawarkan oleh berbagai penyandang dana.
  • Meningkatkan kompetensi penelitian dan penulisan karya ilmiah hasil penelitian.
  • Meningkatkan status akreditasi jurnal-jurnal.
  • Meningkatkan manajemen sistem informasi penelitian.

  1. Prioritas Program dan Indikator Kerja

 

  • Prioritas Program Peningkatan Kapasitas dan Keberdayaan Komunitas Peneliti
  • Menyusun tema sentral penelitian pada kelompok kerja peneliatian dan pengabdian.
  • Menyusun kompetensi dosen sesuai dengan tema sentral penelitian yang telah ditetapkan.
  • Mengadakan workshop penelitian secara berkelanjutan dan sesuai dengan standar lembaga penyandang dana.
  • Memilih expert reviewer sesuai dengan bidang penelitian yang diriview.

Indikator Kinerja Program Peningkatan Kapasitas dan Keberdayaan Komunitas Peneliti

  • Tersusunnya tema sentral penelitian pada kelompok kerja peneliatian dan pengabdian.
  • Terinventarisasi dan terpetakannya kompetensi dosen sesuai dengan kelompok bidang keahlian masing-masing.
  • Jumlah usulan penelitian yang disetujui oleh lembaga penyandang dana meningkat.

  • Prioritas Program Penetapan Tema-tema Penelitian Unggulan
  • Meningkatkan dan memperluas kerjasama dengan penyandang dana dan pengguna dana.
  • Meningkatkan jumlah penelitian unggulan dan penelitian terapan.
  • Mebangun dan mengembangkan komunitas peneliti bidang teknologi.

Indikator Kinerja Program Penetapan Tema-tema Penelitian Unggulan

  • Jumlah dan intensitas kerjasama dengan lembaga penyandang dana, pengguna jasa, dan pemilik sumberdaya meningkat.
  • Jumlah karya ilmiah dosen dan mahasiswa yang dirujuk dalam tingkat nasional dan internasional meningkat.
  • Terbentuknya pusat studi pengembangan teknologi terapan.

  • Prioritas Program Peningkatan Kompetensi Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah
  • Menyusun, mensosialisasikan, dan mengimplementasikan peraturan yang mewajibkan setiap dosen yang menulis karya ilmiah hasil penelitian.
  • Menyelenggarakan workshop penulisan karya ilmiah secara reguler dan berjenjang.
  • Mewajibkan dosen membuat bahan ajar yang diperkaya dengan hasil-hasil penelitian mutakhir.

Indikator Kinerja Program Peningkatan Kompetensi Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah

  • Setiap dosen menghasilkan sekurang-kurangnya satu karya ilmiah hasil penelitian setiap dua tahun.
  • Tersusun dan terlaksananya workshop penulisan karya ilmiah secara reguler dan berjenjang.
  • Tersusunnya bahan ajar (buku ajar) yang diperkaya dengan hasil-hasil penelitian mutakhir.

  • Prioritas Program Peningkatan Status Akreditasi Jurnal
  • Menjaga kontinuitas dan regularitas penerbitan jurnal ilmiah.
  • Meningkatkan status akreditasi jurnal ilmiah.
  • Memperluas pemasaran jurnal ilmiah.

 

Indikator Kinerja Peningkatan Status Akreditasi Jurnal

  • Terbitnya jurnal ilmiah secara kontinyu dan tepat waktu.
  • Jurnal ilmiah jurusan menjadi terakreditasi
  • Jumlah pelanggan dan jangkauan pemasaran jurnal ilmiah meningkat.

 

  • Prioritas Program Peningkatan Manajemen Sistem Informasi
  • Menyusun data-base penelitian dan mengefektifkan manajemennya.
  • Menerbitkan ringkasan hasil penelitian secara regular dan berkelanjutan, baik dalam media cetak maupun elektronik.

 

Indikator Kinerja Program Peningkatan Manajemen Sistem Informasi

Tersusunnya data-base penelitian secara sistematik dan efektif.

  1. PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

  1. Dasar Pemikiran

Harapan bahwa JURUSAN AGRIBISNIS dapat berperan dalam memberi arah pada perubahan dan menjadi agen perubahan memiliki konsekuensi bahwa gagasan dan pemikiran JURUSAN AGRIBISNIS harus dapat disebarluaskan dengan cara memberi peluang sebesar-besarnya agar gagasan dan pemikiran tersebut dapat diakses oleh masyarakat luas.

  1. Tujuan

Menjadikan sumberdaya dan keahlian jurusan untuk dapat diakses oleh perguruan tinggi, lembaga-lembaga pemerintah dan swasta, industri, dan masyarakat luas untuk mendukung upaya-upaya pengembangan bidang sosial, ekonomi, budaya, dan kesejahteraan, baik dalam tingkat lokal maupun nasional.

  1. Sasaran
  2. Meningkatkan efektifitas data-base dan sistem informasi kepakaran, hasil penelitian, rekayasa teknologi, dan jasa yang mudah diakses oleh pengguna.
  3. Meningkatnya kerjasama dengan berbagai pihak dalam penerapan sains dan teknologi.

  1. Strategi
  2. Meningkatkan manajemen sistem informasi sumberdaya (fasilitas) dan kepakaran, hasil penelitian, rekayasa teknologi, dan jasa.
  3. Meningkatkan relevansi program akademik dengan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat, dalam bidang sosial, ekonomi, dan budaya, baik lokal maupun nasional.
  4. Meningkatkan efektivitas program akademik.

  1. Prioritas Program Indikator Kinerja

  • Prioritas Program Peningkatan Manajemen Informasi Sumberdaya

1) Memantapkan kelembagaan unit pengelolaan sistem informasi.

2) Menyusun dan meng-update secara kontinyu data base sumberdaya (fasilitas) dan kepakaran, hasil penelitian, rekayasa teknologi, dan jasa.

 

Indikator Kinerja Program Peningkatan Manajemen Informasi sumberdaya

1) Berfungsinya unit pengelola sistem informasi secara mantap (tidak over-lapping, bila ada persoalan cepat diselesaikan, berkurangnya keluhan pengguna, tidak saling lempar tanggung jawab).

2) Data-base sumber daya (fasilitas) dan kepakaran, hasil penelitian, rekayasa teknologi, dan jasa selalu mutakhir.

  • Prioritas Program Peningkatan Relevansi dan Efektivitas Program Akademik

1) Mengkaji persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat dan menetapkan skala prioritas persoalan.

2) Mempromosikan sumberdaya dan keakaran dan keahlian melalui media cetak dan elektronik agar mudah diakses oleh masyarakat.

3) Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan akademik (seminar, pendampingan, advokasi dan lain-lain) dalam rangka memenuhi kebutuhan dan menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

4) Menjalin kerjasama dengan mitra pengguna (pemerintah, industri, dan masyarakat).

 

Indikator Kinerja Program Peningkatan Relevansi dan Efektivitas Program Akademik

1) Teridentifikasinya dan tersusunnya skala prioritas persoalan-persoalan mendesak yang dihadapi oleh masyarakat.

2) Meningkatnya jumlah dosen yang kepakaran dan keahlian dimanfaatkan oleh masyarakat pengguna.

3) Terselenggaranya kerjasama kegiatan akademik (seminar, pendampingan, advokasi dan lain-lain) bersama mitra pengguna dalam rangka memenuhi kebutuhan dan menjawab persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. MANAJEMEN JURUSAN

  1. Dasar Pemikiran

Competitiveness dan sustainability JURUSAN terletak pada kemampuannya melaksanakan manajemen yang efektif, efesien, transparan, dan akuntabel.

  1. Tujuan

Mengembangkan manajemen JURUSAN yang efektif, efesien, transparan, akuntabel, dan sustainable.

  1. Sasaran

  • Sasaran Bidang Sumberdaya Manusia

1) Terbentuknya unit organisasi yang menangani pengembangan sumberdaya manusia secara profesional.

2) Terumuskannnya perencanaan sumberdaya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan, baik terkait dengan jenis, kualifikasi, maupun jumlah.

3) Terumuskannnya standart kualifikasi rekruitmen, yang menjamin diperolehnya sumberdaya manusia berkualitas.

4) Terumuskannnya dan terlaksanakannya inisiatif-inisiatif baru program pengembangan sumberdaya manusia yang inovatif.

5) Tersusun dan terlaksananya sistem pengembangan karir.

6) Tersusun dan terlaksananya pembagian tugas kepegawaian yang mantap.

7) Tersusunnya paket kompensasi yang sesuai dengan prinsip keadilan dan kelayakan, yang mendorong peningkatan prestasi kerja.

8) Tersusun dan terlaksananya sistem pelatihan kepemimpinan secara terencana dan periodik, untuk menjamin koheresi dan keberlanjutan program.

9) Terciptanya lingkungan kerja, pelaksanaan kerja, dan pelayanan yang memaksimalisasikan efektivitas staf.

10) Terwujudnya sistem administrasi sumberdaya manusia yang terkait dengan kinerja, kepakaran, dan kompensasi.

 

  • Sasaran Bidang Keuangan

1) Tersusun dan terlaksananya perencanaan keuangan yang mantap.

2) Terjaminnya ketersediaan dana untuk penyelenggaraan dan pengembangan.

3) Tercapainya efisiensi pengeluaran keuangan.

4) Terbangunnya sistem akuntansi yang transparan, akuntabel, dan mampu mendukung pengembangan.

5) Terjaminnya ketersediaan dana untuk mendukung keberlanjutan (sustainability) dan masa depan yang lebih baik.

  • Sasaran Bidang Sumberdaya Fisik

1) Terumuskannya perencanaan, pengadaan, perawatan dan penggunaan sumberdaya fisik secara efisien dan optimal.

2) Terwujudnya kesesuian antara kebutuhan dan pengadaan sumberdaya fisik, kesesuaian antara kegunaan dan penggunaan, kesesuaian antara kualitas barang dan harga, serta terciptanya transparansi dalam pengadaan sumberdaya fisik.

3) Terjaminnya keberfungsian, keawetan, kenyamanan, kebersihan, dan keamanan sumberdaya fisik.

4) Terjaminnya ketepatan dan kesiapan penggunaan sumberdaya fisik.

5) Termanfaatkannnya sumberdaya fisik secara optimal.

  • Sasaran Bidang Pengembangan Kampus

1) Tersusunnya rencana pengembangan kampus yang mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan masa depan dan mempertimbangkan keasrian tempat serta kenyamanan bagi pemakai.

2) Terciptanya lingkungan yang mencitrakan kampus sebagai pusat unggulan akademik

3) Terciptanya lingkungan yang nyaman, menarik, sehat, dan aman bagi kegiatan pembelajaran dan penelitian, tempat tinggal, rekreasi, dan kegiatan budaya.

4) Terjaminnya pemanfaatan ruang kuliah dan jurusan secara efisien dan terpadu dengan sistem pergerakan menyeluruh, sehingga sistem pergerakan menyeluruh, sehingga komunitas kampus, tamu, kendaraan pelayanan (pengantaran barang, antar jemput, dll.) dapat bergerak secara lancar dan aman, dengan prioritas bagi pejalan kaki.

5) Terciptanya penataan bangunan kampus yang menjamin kenyamanan dan efisien hubungan fungsional dan interaksi sosial antara dosen, mahasiswa dan berbagai bagian dari unuversitas yang memiliki keterkaitan kepentingan.

6) Tersusunnya berbagai alternatif skenario pengembangan kampus di masa depan untuk mengakomodasi berbagai kemungkinan perubahan.

  • Sasaran Bidang Administrasi Akademik

1) Terwujudnya sistem administrasi yang cepat, akurat, terpadu.

2) Terwujudnya sistem pelayanan administrasi yang mudah, cepat, akurat, nyaman dan terpadu.

  • Sasaran Bidang Pengembangan Perpustakaan

1) Meningkatnya jumlah judul koleksi yang memenuhi kepentingan-kepentingan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat.

2) Meningkatkan keragaman koleksi (buku, jurnal, data, CD, Cassette, foto, film, dan jenis-jenis dokumen lainnya).

3) Terpenuhinya rasio antara jumlah eksemplar referensi dengan jumlah pengguna (dosen, mahasiswa, dan klien lain).

4) Terpenuhinnya fasilitas yang memadai dan penataan fasilitas yang nyaman serta kondusif untuk belajar.

5) Terwujudnya kinerja pelayanan yang cepat, mudah diakses, dan nyaman.

6) Terwujudnya pelayanan penelusuran referensi jarak jauh.

7) Terwujudnya inter-library links baik di tingkat nasional maupun internasional.

8) Terumuskannya kemandirian dan model pengembangan perpustakaan ke depan.

  • Sasaran Bidang Teknologi Informasi

1) Terwujudnya perencanaan, pengelolaan, dan penggunaan seluruh aspek tekonologi informasi untuk mencapai keunggulan kompetitif.

2) Berfungsinya teknologi informasi untuk mendukung tugas-tugas pembelajaran, penelitian, dan administrasi.

  • Terwujudnya pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi untuk mendukung pengguna.
  • Pemanfaatan Laboratorium Agribisnis, Komputansi, Audiovisual yang lebih Efektif Dan Efisien.

  1. Strategi

 

  1. Strategi Bidang Sumberdaya Manusia

1) Membentuk dan memberdayakan unit organisasi yang menangani pengembangan sumberdaya manusia secara profesional.

2) Merumuskan perencanaan SDM yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan, baik yang terkait dengan jenis, kualifikasi, maupun jumlah.

3) Meningkatkan kualitas rekruitmen SDM, baik dosen maupun karyawan.

4) Meningkatkan etos dan pretasi kerja karyawan dan dosen.

  1. Strategi Bidang keuangan

Memantapkan manajemen keuangan yang antisipatif, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

 

  1. Strategi Bidang Sumberdaya Fisik

Memantapkan manajemen sumberdaya fisik yang antisipatif, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

 

  1. Strategi Bidang Pengembangan Kampus

1) Menata dan mengembangkan kampus yang mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan masa depan yang mempertimbangkan keasrian tempat dan kenyamanan bagi para pemakai, lingkungan yang aman, nyaman, sehat, menarik, dan mudah diakses.

2) Meningkatkan partisipasi komunitas kampus dalam menciptakan dan memelihara lingkungan kampus.

 

  1. Strategi Bidang Administrasi Akademik

1) Memantapkan sistem manajemen administrasi akademik yang mudah, cepat, akurat, nyaman, dan terpadu.

2) Memantapkan sistem pelayan manajemen administrasi akademik yang mudah, cepat, akurat, nyaman, dan terpadu.

3) Mensinergikan pelayanan adminitrasi akademi antar unit.

 

  1. Strategi Bidang Pengembangan Perpustakaan

1) Mengotimalisasikan peran perpustakaan untuk kepentingan-kepentingan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

2) Intensifikasi koordinasi dan konsolidasi antar berbagai unit jurusan dan perpustakaan dalam rangka merumuskan kebutuhan, pengadaan, pelayanan, perawatan, dan mekanisme operasional yang meliputi pembagian kewenangan, tugas, fungsi, tanggung jawab, dan pelayanan pada masing-masing unit dan perpustakaan.

3) Mewujudkan kemandirian dan model pengembangan perpustakaan ke depan.

 

  1. Strategi Bidang Teknologi Informasi

1) Memantapkan manajemen teknologi informasi untuk mencapai keunggulan kompetitif.

2) Mengembangkan berbagai standar untuk mengfasilitasi perangkat teknologi informasi dan pertukaran informasi melalui jaringan kerja.

  1. Prioritas Program Indikator Kinerja

  • Prioritas Program Rekruitmen Dosen

Merumuskan standar kualifikasi rekruitmen, yang menjaring sumberdaya insani yang memiliki kapabilitas, etos kerja, jiwa kepemimpinan, dedikasi, motivasi yang tinggi, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing unit (sesuai dengan kebutuhan analisis jabatan).

 

Indikator Kinerja Program Rekruitmen Dosen

1) Tersedianya modul (manual) standar kualifikasi rekruitmen dosen dan karyawan.

2) Terimplementasikannya rekruitmen dosen dan karyawan berdasarkan standar kualifikasi dan analisis jabatan.

  • Prioritas Program Peningkatan Ethos dan Prestasi Kerja Karyawan dan Dosen

Menyusun, menetapkan, mensosialisasikan, dan melaksanakan paket kompensasi yang sesuai dengan prinsip keadilan dan kelayakan, yang mendorong peningkatan prestasi kerja.

Indikator Kinerja Program Peningkatan Ethos dan Prestasi Kerja Karyawan dan Dosen.

1) Tersusun, tertetapkan, dan tersosialisasikannya aturan tentang kompensasi yang sesuai dengan prinsip keadilan dan kelayakan, yang mendorong peningkatan prestasi kerja.

2) Terimplementasikannya aturan kompensasi yang sesuai dengan prinsip keadilan dan kelayakan, yang mendorong peningkatan prestasi kerja.

3) Tidak adanya keluhan yang terkait dengan ketidakadilan dan ketidaklayakan kompensasi yang sesuai dengan prinsip keadilan dan kelayakan, yang mendorong peningkatan prestasi kerja.

 

  • Prioritas Program Pemantapan Manajemen Keuangan

1) Menyusun dan menetapkan perencanaan keuangan yang menyeluruh dan terpadu.

2) Melakukan intensifikasi, diversifikasi, dan ekstensifikasi melalui kerjasama dengan lembaga-lembaga lain.

3) Mengkaji pos-pos mata anggaran, merumuskan standar efisiensi dan akuntabilitas pengeluaran keuangan.

4) Menyusun sistem akuntansi yang transparan, akuntabel dan mampu mendukung pengembangan.

5) Meningkatkan dana abadi yang mendukung pengembangan, keberlanjutan dan masa depan yang lebih baik.

 

Indikator Kinerja Program Pemantapan Manajemen Keuangan

1) Tersusun, ditetapkan dan dilaksanakannya perencanaan keuangan (anggaran) yang menyeluruh dan terpadu, baik dalam jangka lima tahun maupun pertahun.

2) Diperolehnya sumber keuangan terprogram lain di luar sumbangan mahasiswa.

3) Tersedia dan diimplementasikannya instrumen standar efisiensi dan akuntabilitas pengeluaran keuangan.

4) Dilaksanakannya auditing oleh auditor internal dan auditor lain yang independent secara periodik.

 

  • Prioritas Program Pemantapan Manajemen Sumberdaya Fisik

1) Pemerikasaan keberadaan, keberfungsian, kebersihan, dan kenyamanan sumberdaya fisik secara periodik untuk kepentingan perawatan, perbaikan, ketertiban, keasrian, dan keamanan sumberdaya fisik.

2) Merumuskan mekanisme penyelesaian persoalan yang terkait dengan kerusakan dan kehilangan.

3) Marasionalisasi dan optimalisasi organisasi pengelolaan sumberdaya fisik.

4) Mengintensifkan koordinasi antara unit-unit di jurusan

5) Perumusan dan penetapan standar biaya dengan kualifikasi sumberdaya fisik dan standar kualitas perawatan.

6) Merumuskan dan melembagakan tertib administrasi dan dokumentasi yang meliputi pengadaan, perawatan, dan penggunaan sumberdaya fisik, terutama dalam pergerakan atau perpindahan barang.

Indikator Kinerja Program Pemantapan Manajemen Sumberdaya Fisik

1) Berfungsinya sistem kontrol terhadap keberadaan, keberfungsian, kebersihan dan kenyamanan sumberdaya fisik secara periodik untuk kepentingan perawatan, perbaikan, ketertiban, keasrian, dan keamanan sumberdaya fisik.

2) Tersusunnya laporan tentang keberadaan, keberfungsian, kebersihan dan kenyamanan sumberdaya fisik secara periodik untuk kepentingan perawatan, perbaikan, ketertiban, keasrian, dan keamanan sumberdaya fisik.

3) Tersusunnya aturan dan mekanisme penyelesaian persoalan- persoalan yang terkait dengan kerusakan dan kehilangan.

4) Terpenuhinya rasio tenaga pengelola sumberdaya fisik dengan volume pekerjaan yang efisien.

5) Tercapainya kesesuaian antara fungsi dan penggunaan sumberdaya fisik.

6) Tidak adanya benturan waktu dalam pemanfaatan sumberdaya fisik.

7) Rendahnya tingkat ketidakberfungsian (idleness) sumberdaya fisik.

8) Tersedianya dokumen yang lengakap dan tertib yang meliputi pengadaan, perawatan, dan penggunaan sumberdaya fisik, terutama dalam pergerakan atau perpindahan barang.

 

  • Prioritas Program Penataan Kampus

1) Menyusun rencana pengembangan kampus yang mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan masa depan yang mempertimbangkan keasrian tempat dan kenyamanan bagi pemakai.

2) Menciptakan lingkungan yang mencitrakan kampus sebagai pusat unggulan akademik dan mencitrakan kampus sebagai pusat unggulan pendidikan.

3) Menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, menarik, sehat, dan aman bagi kegiatan pembelajaran dan penelitian, tempat tinggal, rekreasi, dan kegiatan budaya.

4) Menjamin pemanfaatan ruang kampus secara efisien dan terpadu dengan sistem pergerakan menyeluruh, sehingga komunitas kampus, tamu, kendaraan pelayanan (pengantaran barang, antar jemput, dll.) dapat bergerak secara lancar dan aman, dengan prioritas sebagai pejalan kaki.

5) Menciptakan penataan bangunan kampus yang menjamin kenyamanan dan efisiensi hubungan fungsional dan interaksi sosial antara dosen, mahasiswa, dan berbagai bagian dari unversitas yang memiliki keterkaitan dan kepentingan.

Indikator Kinerja Program Penataan dan Pengembangan Kampus

1) Tersusunnya rencana pengembangan kampus yang mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan masa depan yang mempertimbangkan keasrian tempat dan kenyamanan bagi pemakai.

2) Tersedianya area-area (spaces) baik formal maupun informal untuk sharing gagasan.

3) Tersedianya fasilitas fisik yang strategis (papan tempat pengumuman, eksibisi, baliho, spanduk) untuk mengekspresikan gagasan, karya, informasi, dan lain-lain.

4) Terwujudnya bangunan kampus yang mencirikan arsitektur yang islami, baik aspek eksterior maupun interior.

5) Terwujudnya lingkungan kampus yang bersih, nyaman, menarik, sehat, dan aman bagi kegiatan pembelajaran dan penelitian, tempat tinggal, rekreasi, dan kegiatan budaya.

6) Tidak adanya kemacetan arus pergerakan orang maupun kendaraan.

7) Tidak adanya kecelakaan karena ketidaktepatan desain dan ketidakterawatan sarana dan fasilitas.

8) Terhindarnya kesulitan pergerakan orang dan barang antar bangunan antar ruangan, baik akibat cuacu (hujan), kegiatan insidental maupun ketidaktepatan pemanfaatan bangunan.

  • Prioritas Program Partisipasi Komunitas Kampus dalam Pemeliharaan Lingkungan Kampus

1) Menyusun, menetapkan, mensosialisasikan, dan mengimplementasikan peraturan tentang pemeliharaan lingkungan kampus secara konsekuen.

2) Melaksanankan kontrol kondisi lingkungan kampus secara reguler.

 

Indikator Kinerja Program Partisipasi Komunitas Kampus dalam Pemeliharaan Lingkungan Kampus

1) Tersusun dan terimplementasikan peraturan tentang pemeliharaan lingkungan kampus secara konsekuen.

2) Dipahaminya peraturan tentang pemeliharaan lingkungan kampus oleh seluruh komunitas kampus.

3) Adanya pelaporan tentang kondisi lingkungan kampus secara reguler.

 

  • Prioritas Program Pemantapan Sistem Manajemen Administrasi Akademik

Membangun sistem informasi adminitrasi akademik yang cepat, akurat dan terpadu (antar unit).

Indikator Kinerja Program Pemantapan Sistem Manajemen Administrasi Akademik

Tersedianya informasi akademik yang cepat, akurat dan terpadu (antar unit).

  • Prioritas Program Pemantapan Sistem Pelayanan Administrasi Akademik

1) Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan pelayanan profesional staf administrasi.

2) Melaksanakan pendidikan kepribadian untuk menigkatkan kesadaran dan kesediaan melayani.

3) Menyediakan fasilitas pendukung pelayanan yang nyaman, lengkap, dan mudah diakses.

Indikator Kinerja Program Pemantapan Sistem Pelayanan Administrasi Akademik

1) Tersedianya satf administrasi yang terampil dan profesional sesuai dengan tugas dan kebutuhan.

2) Rendahnya keluhan mahasiswa terhadap pelayanan administrasi dan ketersediaan fasilitas pendukung.

  • Prioritas Program Sinergi Pelayanan antar Unit

Melakukan rasionalisasi struktur organisasi dan staf administrasi akademik.

Indikator Kinerja Program Sinergi Pelayanan antar Unit

1) Tidak terjadinya tumpang-tindih pekerjaan dan saling lempar tanggungjawab.

2) Tidak adanya pekerjaan yang tertunda.

  • Prioritas Program Optimalisasi Peran Perpustakaan

1) Meningkatkan jumlah judul, variasi koleksi, dan rasio (untuk judul dan jenis koleksi yang tingkat penggunaannya tinggi).

2) Mendesain lay-out fasilitas sesuai dengan prinsip kenyamanan, pergerakan (arus pengunjung dan sirkulasi barang) kemudahan, dan keamanan.

3) Melaksanakan pendidikan staf untuk maningkatkan pelayanan yang profesional.

4) Mangembangkan bentuk penyuluhan pemakai tentang koleksi, sarana, dan cara-cara pemanfaatannya.

5) Membangun sistem informasi perpustakaan berbasis teknologi informasi (intra dan internet).

6) Merekayasa ulang organisasi pengelolaan perpustakaan terpadu (pusat dan unit-unit).

Indikator Kinerja Program Optimalisasi Peran Perpustakaan

1) Terpenuhinya referensi yang dibutuhkan oleh mahasiswa dan dosen.

2) Tingginya length of stay penggunaan perpustakaan di ruang baca (pengguna perpustakaan merasa betah).

3) Terhidarnya gangguan pergerakan arus pengunjung dan sirkulasi barang.

4) Pendeknya waktu yang dibutuhkan oleh pengguna untuk memperoleh informasi/referensi yang dibutuhkan.

5) Rendahnya tingkat kehilangan barang (baik milik perpustakaan maupun milik pengunjung).

6) Rendahnya keluhan pengguna terhadap pelayanan perpustakaan.

7) Tersedianya manual pemanfaatan koleksi dan sarana.

8) Rendahnya tingkat kesalahan pemanfaatan fasilitas.

9) Teraksesnya koleksi perpustakaan pusat dan unit-unit melalui intra dan internet.

  1. BUDAYA ORGANISASI

  1. Dasar Pemikiran

Untuk mendukung competitiveness dan sustainability, JURUSAN AGRIBISNIS perlu mengembangkan budaya organisasi yang kondusif.

  1. Tujuan

Menciptakan budaya organisasi yang mampu mendukung realisasi potensi staf dan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan, ketrampilan dan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan yang cepat.

  1. Sasaran

Terlembaganya praktik-praktik manajemen yang terbuka, efisien dan inovatif.

Terlembaganya mekanisme monitoring kinerja dan kegiatan yang didasarkan keadilan dan kesetaraan.

  1. Strategi
  1. Mengembangkan sistem nilai yang menjadi rujukan bersama.
  2. Mengembangkan komunikasi informal antar pimpinan, antar dosen, dan antara pimpinan dengan komunitas kampus dalam rangka penamaan nilai-nilai yang dirujuk bersama.
  3. Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan simbolik yang mencerminkan prestasi, kedisiplinan, pengabdian, keteladanan, kebersamaan, dan lain-lain (yang mencakup kegiatan sejak penelusuran hingga upacara).
  4. Membangun simbol-simbol budaya kualitas.

  1. Prioritas Program dan Indikator Kinerja

 

  • Prioritas Program Pengembangan Sistem Nilai

Merumuskan dan menginternalisasikan nilai-nilai pengabdian, pelayanan, perjuangan, prestasi, kejujuran, kebersamaan, kedisiplinan, dan efisiensi.

  • Prioritas Program Pengembangan Komunikasi Pimpinan dengan Komunitas Kampus

Menyelenggarakan berbagai komunikasi informal antar pimpinan dengan komunitas kampus dalan rangka penanaman nilai-nilai pengabdian, pelayanan, perjuangan, prestasi, kejujuran, kebersamaan, kedisiplinan, dan efisiensi yang dirujuk bersama.

Indikator Kinerja Program Pengembangan Sistem Nilai dan Komunikasi Pimpinan dengan Komunitas Kampus

Rendahnya tingkat korupsi, absensi, pemborosan, dan egoisme (pribadi dan unit).

  • Prioritas Program Penyelenggaraan Kegiatan Simbolik

1) Merumuskan instrumen dan mekanisme penulusuran, serta melaksanakan penilaian untuk menentukan pimpinan, dosen, karyawan, dan mahasiswa berprestasi.

2) Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan simbolik (upacara, orasi, presentasi, eksebisi/display) yang mencerminkan prestasi, kedisiplinan, keteladanan, dll.

 

Indikator Kinerja Program Penyelenggaraan Kegiatan Simbolik

1) Tersediannya instrumen (borang, dll) dan mekanisme penelususran untuk penilaian terhadap pimpinan, dosen, karyawan, dan mahasiswa berprestasi.

2) Tumbuhnya etos kerja yang tinggi dan berkembangnya semangat berprestasi di kalangan pimpinan, dosen, karyawan, dan mahasiswa.

  • Prioritas Program Pengembangan Simbol-simbol Budaya Kampus

Membangun simbol-simbol budaya kualitas (piagam, plakat, trophy) sebagai representasi bentuk-bentuk prestasi.

Indikator Kinerja Program Pengembangan Simbol-simbol Budaya Kampus

Tumbuhnya kebanggaan atas prestasi di kalangan pimpinan, dosen, karyawan, dan mahasiswa.

  1. IKLIM AKADEMK
  2. Dasar Pemikiran

Untuk mencapai prestasi akademik yang baik diperlukan lingkungan yang kondusif.

  1. Tujuan

Menciptakan iklim akademik (academic atmosphere) yang memungkinkan tumbuhnya pemikiran-pemikiran kritis dan inovatif.

  1. Sasaran

Terciptanya iklim akademik yang kondusif bagi berbagai kegiatan akademik.

  1. Strategi
  2. Meningkatkan kemampuan dan jumlah dosen dalam melakukan kajian-kajian dan penelitian unggulan.
  3. Melembagakan forum-forum ilmiah dan mendorong dosen mempresentasikan gagasannya.
  4. Meningkatkan kompetensi dosen melalui bentuk-bentuk konsultasi dan pemagangan dan konsultan ahli.
  5. Mewajibkan dosen yang dikirim mengikuti kegiatan akademik untuk melakukan deseminasi.
  6. Prioritas Program dan Indikator Kinerja
  • Prioritas Program Peningkatan Kemampuan Dosen dalam Kajian dan Penelitian Unggulan

Meningkatkan peluang dan keterlibatan dosen untuk melakukan kajian-kajian dan penelitian unggulan.

  • Prioritas Program Pelembagaan Forum-forum Ilmiah

1) Menyelenggarakan forum-forum ilmiah pada semua unit akademik, baik secara reguler maupun insidental.

2) Menyelenggarakan stadium general untuk isu-isu aktual di tingkat jurusan maupun fakultas/unit.

  • Prioritas Program Peningkatan Kompetensi Akademik Dosen

Menempatkan pakar sebagai motivator dan konsultan untuk menumbuh-kembangkan tradisi akademik, baik di tingkat jurusan maupun unit.

  • Prioritas Program Peningkatan Deseminasi Ilmiah

Melakukan deseminasi dan dokumentasi materi (dan hasil) kegiatan akademik.

Indikator Kinerja Peningkatan Kemampuan Dosen dalam Kajian dan Penelitian Unggulan, Pelembagaan Forum-forum Ilmiah, Peningkatan Kompetensi Akademik Dosen, dan Peningkatan Deseminasi Ilmiah

1) Banyaknya kegiatan akademik dengan tema-tema aktual dan strategis yang mamiliki dan integritas tinggi dalam suasana akademik yang bebas dan kritis, yang mampu memberikan kontribusi dan menjadi rujukan keilmuan.

2) Dominannya topik-topik pembicaraan seputar isu-isu akademik di kalangan dosen dan mahasiswa.

 

 

 

  1. BIDANG KERJASAMA
  2. Dasar Pemikiran

Jaringan kerja diperlukan untuk keperluan memperoleh dukungan sumberdaya (human, financial, information), pengembangan staf, pengembangan program, competitiveness dan sustainability.

  1. Tujuan

Mengembangkan jaringan kerjasama dengan berbagai institusi nasional maupun internasional.

  1. Sasaran
  2. Terbentuknya unit organisasi kerjsama yang merancang, mengatur, mengelola upaya-upaya hubungan kerjasama dengan institusi-institusi nasional maupun internasional.
  3. Terwujudnya berbagai hubungan kerjasama yang terintegrasi dengan program-program pengembangan kedepan, baik dalam bidang pendidikan, penelitian maupun pengabdian masyarakat.
  4. Terjaganya kesinambungan pengelolaan kerjasama untuk mendukung keberlanjutan optimalisasi program.
  5. Terinventarisasinya peluang-peluang kerjasama yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan masing-masing.

  1. Strategi

Meningkatkan networking dengan berbagai institusi dan individu untuk tujuan-tujuan pendidikan, penelitian pengabdian pada masyarakat, dan penggalian dana (fundraising), dari berbagai lembaga penyandang dana (pemerintah, lembaga penyandang dana swasta luar dan dalam negeri), dan individu-individu.

  1. Prioritas Program dan Indikator Kinerja
  • Prioritas Program Peningkatan Kerjasama

1) Melakukan need assesment kebutuhan pengembangan dan inventarisasi potensi tiap-tiap unit.

2) Menyusun company profile secara periodik untuk tujuan-tujuan pemasaran dan penggalian dana.

3) Membangun struktur organisasi unit pengelola kerjasama.

4) Melakukan koordinasi dan konsolodasi sumberdaya dan kepakaran antar unit-unit di lingkungan jurusan dan unit-unit pengelola kerjasama untuk mengembangkan model dan mekanisme kerjasama yang sinergis, saling menguntungkan dan memungkinkan keseimbangan tugas, wewenang dan tanggung jawab.

5) Melaksanankan monitoring dan evaluasi untuk menjamin keberlanjutan dan optimalisasi program.

6) Memperluas dan mengintensifkan komunikasi dengan berbagai institusi nasional dan internasional untuk promosi, sosialisasi dan studi penjajagan kemungkinan kerjasama.

Indikator Kinerja Program Peningkatan Kerjasama

1) Tersedianya data kebutuhan pengembangan potensi tiap-tiap unit.

2) Tersedianya company profile yang selalu up to date.

3) Terbentuk dan berfungsinya struktur organisasi dan unit pengelolaan kerjasama.

4) Tersusunnya aturan atau pedoman pelaksanaan kerjasama.

5) Tersedianya staf profesional unit pengelola kerjasama.

6) Meningkatnya jumlah lembaga yang menjalin kerjasama dengan JURUSAN AGRIBISNIS dan meningkatnya intensitas kerjasama yang dijalin.

DITETAPKAN TGL 13 NOVEMBER 2014 JURUSAN AGRIBISNIS

FP UHO